Should Everybody Get Married and Having a Children?

This article is actually a task from my teacher in my english course, years ago. It’s burried deep down in the draft. It still represents my current thought.

There are 3 points or we can call them keywords in this question. Continue reading

Advertisements

Cara Mengatasi Semua Masalah

Masalah silih berganti. Belum kelar masalah satu, datang masalah lainnya. Bisa juga karena masalah pertama tersebut adalah sumber dari segala masalah yang kini dihadapi. Saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini merupakan rangkaian sebab dan akibat.

Tanpa menambah panjang daftar masalah yang kamu hadapi dengan membaca prolog artikel ini, berikut adalah cara mengatasi semua masalah yang saya dapat dari akun ask.fm Mikael HS

Yang harus kamu lakukan adalah: Continue reading

Siapa Tuhanmu? 

“Man rabbuka?”, kata seorang pemuka agama Islam menirukan malaikat yang bahkan belum pernah Ia lihat sendiri.

Man rabbuka dalam bahasa Indonesia artinya, siapa tuhanmu.

Andai saja. Ini andai saja, ya!

Andai saja, saya bertemu dengan malaikat yang pemuka agama Islam ceritakan dan saya dihadapkan pada pertanyaan tersebut, Saya tentu saja akan menjawab

“Allahu rabbi” yang dalam bahasa Indonesianya, Allah tuhanku.

Tentu saja ini jika dia mengajukan pertanyaan dalam bahasa Arab. Jawab saja serangkaian pertanyaan lain seperti yang diajarkan si pemuka agama Islam tadi. Karena sudah jelas bahwa malaikat ini dari agama Islam. Tujuannya sangat jelas, biar lolos dan masuk surga.

Namun beda ceritanya jika ternyata si malaikat menggunakan bahasa yang universal. Bahasa yang disesuaikan dengan bahasa ibu si calon penjawab.

Ya, karena seharusnya hanya malaikat multi-lingual lah yang seharusnya direkrut untuk memejuhi job ini. Jika yang saya temui adalah malaikat yang demikian, berarti belum tentu malaikat ini dari agama Islam. Tanyakan kembali pada malaikat tersebut;

Tuhan yang mana dulu?

Apakah Allah?

Yahweh?

Yesus?

Zeus?

Thor?

Brahma?

Apakah Tuhan yang kamu maksud adalah Tuhan monoteis sehingga tidak ada Tuhan selain diri-Nya?

Atau Tuhan politeis sehingga ada Tuhan lain?

Apakah Tuhan yang kamu maksud adalah alam semesta? Seperti yang dipercaya panteisme?

Atau alam semesta adalah bagian dari Tuhan? Seperti yang dipercaya panenteisme?

Apakah Tuhan yang kamu maksud adalah Alexander Scriabin yang mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan?

Apakah Tuhan yang kamu maksud adalah matahari, sebagaimana orang Mesir kuno memanggilnya Ra?

Apakah Tuhan ini berwujud, atau sebuah konsep?

Apakah Tuhan ini seorang pencipta atau sekadar sosok?

Apakah Tuhan ini perlu disembah atau sekadar perlu diketahui?

Apakah Tuhan ini identik dengan suatu agama atau apakah Tuhan ada tanpa agama?

Apakah Tuhan adalah konsep manusia belaka atau apakah Tuhan juga dikonsepkan oleh mahluk lain?

Apakah Tuhan tetap ada ketika manusia tidak ada atau apakah Tuhan hanya ada untuk manusia?

Continue reading

Jangan Pelit untuk Mengeluarkan Biaya Pendidikan

Selamat hari pendidikan!

Semoga kita termasuk dalam golongan yang tidak pelit untuk mengeluarkan biaya pendidikan atau biaya untuk belajar sesuatu.

Pada artikel saya yang berjudul Cara Bertahan Hidup (Bahagia) di Jakarta menjelaskan mengenai bagaimana saya mengatur keuangan, di sana tertulis bahwa saya mengalokasikan 10% dari gaji saya untuk biaya pendidikan. Baik itu digunakan untuk beli buku, seminar ataupun workshop.

Ayah saya adalah seorang guru. Beliau merupakan seseorang yang tidak pelit mengeluarkan biaya untuk pendidikan anaknya. Ya, setidaknya itu yang saya rasakan.

Saya ingat beberapa tahun yang lalu,

Continue reading

Ribetnya Ngurus Surat-Surat yang Hilang Akibat Kecopetan

Pada tanggal 22 April 2019 jam 6 pagi, saya baru saja kecopetan di Stasiun Pasar Senen.

Saya kehilangan dompet beserta seluruh isinya, antara lain:

  1. Uang tunai
  2. STNK Motor
  3. SIM A
  4. SIM C
  5. NPWP
  6. Kartu BPJS Ketenagakerjaan
  7. ATM Permata
  8. ATM BCA
  9. Flazz BCA
  10. Kartu KSEI
  11. Foto pacar
  12. Sejumlah kartu nama.

Kronologi kejadian

Minggu setengah sembilan malam tanggal 21 April 2019 kereta Saya berangkat dari stasiun Tugu Yogyakarta Menuju Stasiun Pasar Senen.

Paginya, hari Senin pukul 5.30 kereta saya sampai di Pasar Senen. Saya mengemasi barang saya dan keluar dari Stasiun melalui pintu samping atau Monumen Perjuangan untuk memesan ojek online menuju tempat tinggal saya.

Setengah jam atau 45 menit Saya menunggu ojek online karena dua kali direject mungkin karena lokasi tempat tinggal saya yang terlalu jauh dari stasiun tersebut.

Ada 2 sopir taksi yang menawari saya untuk menggunakan jasa mereka namun saya tolak. Saya berpindah tempat untuk menunggu agar lebih jelas mudah ditemukan oleh pengemudi ojek online. Posisi saya saat ini tertutup oleh dua Taxi.

Pada pesanan ketiga ini pengemudi ojek online merespon pesan saya dan mau mengantarkan saya menuju kost.

“Mas tasnya kebuka tuh!”,

Continue reading

Cara Bertahan Hidup (Bahagia) di Jakarta

Beberapa teman saya berkata bahwa kalau kita bisa survive di Jakarta, kita pasti akan mampu survive di kota lainnya. Kalau kita bisa berjaya di Jakarta, kota lain akan lebih mudah ditaklukan.

Benarkah demikian? Saya belum tahu.

Yang jelas, ada yang lebih krusial daripada menaklukan Jakarta atau kota lainnya. Yaitu menaklukan diri sendiri.

Saat artikel ini ditulis saya sudah bekerja selama 4 bulan di Ibukota Indonesia tercinta ini.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk bertahan hidup bahagia di Jakarta (berlaku juga di tempat lain tentunya).

Saya bagi menjadi empat bagian besar, antara lain; budgeting, makan, tempat tinggal dan sarana transportasi. Berikut penjelasan lengkapnya

Continue reading