Kemana kita akan pergi setelah mati? 

Setelah mati, kita akan menjadi non-exist. Tidak sadar akan keberadaan kita, sama seperti saat belum lahir.

Beberapa saat setelah mati, tubuh akan mengalami autolisis karena jantung berhenti memompa darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Sel dan jaringan akan hancur dengan sendirinya.

Di dalam tanah (kuburan), organisme dekomposer akan mempercepat prosesnya. Namun substansi pembangun tubuh tidak hancur pada waktu yang bersamaan.

Rangka tubuh akan menjadi yang paling lama mengalami lisiskarena substansinya paling kuat. Penjelasan sederhananya bisa kita baca disini http://www.theguardian.com/science/neurophilosophy/2015/may/05/life-after-death

Advertisements

Tempat untuk Mengingat Kembali

Satu hari sebelum memasuki bulan puasa, kami sekeluarga mengunjungi makam mbah putri (dari keluarga ibu) dan adik saya yang ke dua. Salah satu tradisi tahunan menjelang bulan Ramadhan.

Melu ngalor ora?“, tanya ibu. Ngalor berarti pergi ke arah utara. Pemakaman tersebut memang berada kurang dari satu kilometer ke arah utara.

Saya mengiyakan ajakan tersebut dan segera mandi. Namun karena saya terlalu lama di kamar mandi, ibu memberitahu kalau dia dan bapak pergi duluan dan saya diperintah untuk menyusul mereka saja setelah selesai mandi.

Saya yang menggunakan kaos cokelat, celana pendek dan topi, segera menyusul mereka.

Dahulu, mbah buyut saya adalah seorang kepala desa yang menurut sepemahaman saya, beliau digaji dengan tanah. Sebelum tanah-tanah tersebut dijual oleh beberapa ahli warisnya, konon tanahnya sangat luas dan hampir satu desa adalah milik beliau.

Salah satunya adalah pemakaman keluarga yang saya kunjungi ini. Disini ada makam-makam beberapa saudara yang saya kenal, termasuk makam mbah buyut kakung saya (kepala desa tadi) yang meninggal tahun 1999.

Tepat di sebelahnya ada sekotak tanah dengan panjang kurang lebih dua meter dan lebar satu setengah meter yang dibatasi beton mirip pondasi rumah.

Tempat tersebut dipersiapkan untuk mbah buyut putri yang hingga tulisan ini di-publish, masih sehat wal afiat. Meski sudah tak mampu berjalan sendiri dan tak sekuat dulu lagi, organ pendengaran dan pengilahatannya masih tajam.Bahkan giginya masih utuh!

Ingatannya pun masih kuat, beliau masih bisa nyambung diajak ngobrol tentang kejadian di masalalu atau tentang siapapun yang dia kenal.

Di sebelah timur dua makam dan calon makam tersebut itulah, mbah putri dan adik ke dua saya dimakamkan.

Sesampainya di depan tempat peristirahatan terakhir mereka, banyak sekali kenangan yang muncul dalam kepala. Tentang senyum dan canda tawa mbah putri saat masih hidup. Bagaimana cara mbah putri saat sedang berbicara dan keramahan dia saat duduk di depan rumah menyapa siapapun yang lewat.

Makam dalam bahasa lain disebut juga sebagai memorial park atau tempat untuk mengingat. Ini adalah istilah yang paling cocok bagi saya. Karena saya disini sepenuhnya hanya untuk mengingat dan mengenang kembali, bukan untuk berdoa atau mendoakan.

Tidak semua bisa saya ingat, tapi kenangan-kenangan lain muncul saat suatu kenangan terlintas dalam ingatan.

Saya merasa sangat kehilangan pada saat itu.

Berbeda dengan adik saya yang ke-dua, sedikit sekali ingatan saya tentang dia. Salah satunya adalah wajah mungilnya yang cantik ketika baru dilahirkan. Dilahirkan tanpa nafas dan detak jantung. Tanpa tangisan dan terlihat sedikit tersenyum.

Saya dan adik saya yang pertama menangis saat melihat dia. Adik saya mengiyakan saat saya bilang “cantik ya?”. Sesak sekali dada ini dan ada sedikit rasa nyeri.

Kami berdua sudah membayangan bagaimana kami bertiga melewati hari dengan bermain dan tertawa bersama.

Saya juga sudah memikirkan mainan apa saja yang akan saya belikan untuk dia saat saya pulang ke rumah. Ternyata jalan ceritanya berbeda dari yang kami bayangkan.

Kehilangan dua orang dalam dua tahun berturut membuat kami tak mampu menahan tangis saat sungkeman pada dua lebaran di tahun-tahun tersebut.

Kami merasa seperti ada yang kurang lengkap dan seharusnya ada di momen kumpul keluarga seperti itu.

Meski tidak terucap, tapi saya, bapak, ibu dan adik saya yang pertama jadi tahu dan merasakan bahwa dua kehilangan ini yang membuat kami semakin lebih dekat satu sama lain. Lebih menyayangi satu sama lain. Lebih menjaga satu sama lain.

Saya diingatkan kembali tentang perasaan semakin menyayangi mereka yang masih ada ini lah yang menjadi esensi setelah mengunjungi pemakaman.

Benar saja tempat seperti ini dinamakan memorial park. Tempat untuk mengenang. Tempat untuk mengingat kembali.

Bengkel Motor Terbaik di Jogja [Menurut Saya] 

Kalau sempat, baca tulisan ini sampai kelar.
Tapi kalau Kamu lagi buru-buru atau darurat nyari bengkel motor di Jogja dengan pengerjaan yang sangat baik dan harganya murah;

Bengkel Handoyo Motor
(Sebrang Trans Mart agak ke timur)
https://goo.gl/maps/9CNwB3PqhpM2

HIGHLY RECOMMENDED!

Okay. You are welcome 😉


Rem depan motor saya (terasa) blong, beberapa hari ini. Orang bilang remnya Senen-Kemis. Senen direm, Kemis baru berhenti. Nah celakanya

Continue reading

Teknik Meditasi untuk Menghilangkan Amarah dan Kebencian

Ini adalah salah satu feed saya di Instagram, saya post lagi di sini karena captionnya sangat panjang. Sudah pada follow saya di Instagram? id-nya rizal.yan


Lingkungan yang tidak kondusif dan kekecewaan atas keadaan yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan sering kali membuat saya marah. Kadang emosi dan pikiran menjadi tak terkendali.

teknik-meditasi-untuk-menghilangkan-amarah-dan-kebencian

Sampai saat ini saya terus belajar untuk Continue reading

Manfaat Acro Yoga Sebagai Bagian dari Pengengembangan Diri dan Kepribadian

Ini adalah salah satu feed saya di Instagram, saya post lagi di sini karena captionnya sangat panjang. Sudah pada follow saya di Instagram? id-nya rizal.yan


  • Beberapa minggu atau mungkin beberapa bulan ini kami selalu menyampatkan #Yoga di tengah rutinitas kami masing-masing.
    Sekali dalam seminggu kami belajar pose/pose dan jenis-jenis yoga yang bervariasi.
    acro-yoga-di-jogja
    Hari ini kami melakukan #YinYoga dan #AcroYoga. Banyak sekali Continue reading

Kenapa di Indonesia Komunisme dan Ateisme Dianggap Berhubungan?

Lukisan Tentara Pembebasan Cina di awal berdirinya | Sumber: republika.co.id
Lukisan Tentara Pembebasan Cina di awal berdirinya | Sumber: republika.co.id

Pernah gak walk away dari masjid saat khotbah shalat jum’at? Dulu, saya sering banget. Biasanya karena khotbahnya berisi hal yang menjelek-jelekan agama lain bahkan propaganda. Bahkan beberapa minggu yang lalu saya keluar dari grup whatsapp keluarga untuk yang kedua kalinya, dengan alasan yang sama.

Isi khotbah yang membuat saya meninggalkan masjid saat sholat jum’at yang paling saya ingat adalah saat Continue reading